Berdasarkan keterangan dari Republika Ekonomi, PT Bursa Efek Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia dan India menjadi dua negara di dunia yang membuka informasi kepemilikan saham kepada publik, yang diterapkan khusus bagi pemegang saham dengan porsi kepemilikan di atas satu persen.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffery Hendrik menyampaikan hal tersebut dalam lokakarya bertajuk Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Terpercaya dan Tangguh yang berlangsung di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 1 November 2026.
“Kami sudah menyampaikan kepada publik nama pemegang saham di atas 1 persen. Di dunia ini hanya Indonesia dan India yang melakukan itu,” ujar Jeffery Hendrik seperti dikutip dari sumber yang sama.
Kebijakan membuka data pemegang saham tersebut dituturkan sebagai bagian penting dari reformasi pasar modal di tanah air. Langkah ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kepercayaan para investor sekaligus menjaga transparansi informasi di dalam pasar keuangan nasional.
Selain itu, pihak Bursa Efek Indonesia juga menambahkan informasi mengenai hubungan afiliasi antarpemegang saham. Penambahan ini dimaksudkan agar para investor dapat mengetahui dengan jelas apakah seorang pemegang saham tertentu memiliki keterkaitan atau tidak dengan pihak lainnya.
Jeffery menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas data yang disampaikan kepada masyarakat. Upaya berkelanjutan ini dilakukan agar publik memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai struktur kepemilikan emiten di bursa.
“Sebelumnya hanya nama pemegang sahamnya, kemudian berikutnya kami tambahkan informasi atas klasifikasi investornya. Ke depan, kami tambahkan lagi apakah nama itu terafiliasi atau tidak terafiliasi untuk meningkatkan kualitas dari transparansi tersebut,” jelas Jeffery.
Lebih lanjut, pihak bursa juga menyampaikan bahwa mereka meningkatkan granularitas data investor secara berkala. Klasifikasi investor yang mulanya hanya terdiri atas sembilan kategori kini telah diperluas menjadi 39 kategori yang lebih rinci.
Bursa Efek Indonesia turut mengumumkan daftar saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi sebagai informasi tambahan. Data tambahan ini disajikan untuk membantu para investor dalam mengambil keputusan investasi secara lebih cermat.
Melalui berbagai langkah pembenahan tersebut, Jeffery berharap transparansi pasar modal Indonesia semakin berkualitas dari waktu ke waktu. Peningkatan kualitas informasi ini diyakini mampu memperkuat kepercayaan investor domestik maupun asing secara berkelanjutan.
#BursaEfekIndonesia #PasarModal #InvestasiAman
