Warga ibu kota pengguna moda transportasi massal rel kembali dikejutkan oleh tindakan vandalisme yang menyasar sarana publik. Commuter Line (Pink Line) dengan rute Tanjung Priok-Kampung Bandan, Jakarta Utara, mengalami insiden pelemparan batu oleh pihak tidak bertanggung jawab saat tengah melintas di jalurnya.
Peristiwa pelemparan batu tersebut dilaporkan terjadi pada hari Minggu, tanggal 1 November 2026, sekitar pukul 06.25 WIB. Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun, aksi tidak terpuji itu berdampak langsung pada kondisi fisik rangkaian kereta yang sedang beroperasi melayani penumpang di wilayah Jakarta Utara.
Akibat lemparan batu tersebut, dua kaca jendela pada gerbong kelima rangkaian kereta mengalami kerusakan parah hingga pecah. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran tersendiri terhadap aspek keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa transportasi massal rel selama dalam perjalanan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang merugikan sarana publik ini. “Yang menyebabkan dua kaca jendela pada kereta ke-5 pecah,” ujar Karina Amanda dalam keterangannya yang dirilis pada hari Minggu, 1 November 2026.
Selain kerusakan pada bodi kereta, situasi di sekitar lokasi kejadian juga diwarnai oleh adanya kerumunan warga yang berkumpul di area jalur rel kereta api. Keberadaan kerumunan tersebut menuntut penanganan cepat dari petugas berwenang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan demi keselamatan bersama.
Petugas terkait dari pihak pengelola langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan secara menyeluruh. Langkah sigap ini diambil untuk memastikan situasi di sekitar jalur rel kembali terkendali dan steril dari potensi bahaya susulan.
Demi mengutamakan keselamatan serta keamanan para pengguna maupun sarana fisik KRL itu sendiri, perjalanan kereta sempat mengalami penyesuaian. Kereta Commuter Line tujuan Tanjung Priok harus tertahan sementara sebelum diizinkan melintasi kawasan yang dipadati oleh kerumunan warga tersebut.
Meskipun sempat terhambat, pihak pengelola memastikan bahwa jalur lintas tersebut kini sudah dapat dilalui kembali secara normal oleh rangkaian kereta. Pada pukul 08.48 WIB, perjalanan Commuter Line dengan tujuan Stasiun Jakarta Kota telah diberangkatkan kembali dengan normal dari Stasiun Tanjung Priok.
Kendati demikian, gangguan di sepanjang lintas akibat insiden vandalisme ini tetap meninggalkan dampak keterlambatan pada jadwal operasional harian. Berdasarkan catatan resmi, sebanyak tiga perjalanan Commuter Line tercatat mengalami keterlambatan dengan durasi masing-masing mencapai hingga 19 menit.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna jasa untuk senantiasa mengikuti setiap arahan serta informasi terbaru dari petugas di lapangan. Informasi pembaruan operasional layanan secara berkala juga dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi C-Access atau lewat saluran media sosial resmi milik perusahaan.
#KRLCommuterLine #JakartaUtara #KAICode
